6 HARAPAN ISTRI



Tabloidnova.com - Pernikahan belum tentu menjamin komunikasi antara suami istri terjalin secara lancar. Bahkan, banyak kasus cekcok rumah tangga dipengaruhi oleh kesalahpahaman komunikasi yang akhirnya berujung pada perceraian yang berlanjut pada permusuhan.
Esensi sebuah pernikahan sebenarnya adalah penyatuan dua insan yang berbeda latar belakang dan pemikiran. Nah, perbedaan ini jelas hanya bisa dipahami jika pasangan tersebut menjalin hubungan komunikasi yang baik, salah satunya dengan bersikap terbuka dan jujur pada pasangannya.
Terkadang, sikap menghindari pertengkaran dan keributan di rumah tangga bisa memicu masalah besar lainnya yang terus berkembang dan mengancam keharmonisan rumah tangga. Tabloidnova.com merangkum 6 harapan istri pada suaminya.

"Biarkan saya tidur dan beristirahat sebentar saja."
Ayo mengakulah, Anda pasti sering berpikir seperti ini, namun tak bisa mengungkapkannya. Umumnya kondisi ini terjadi bagi para istri yang sudah menjadi ibu dan direpotkan segala masalah mengurus anak sekaligus rumah tangga. Situasi bisa menjadi lebih rumit apabila sang istri juga bekerja setiap hari sehingga waktu istirahatnya berkurang dan menimbulkan stres berkelanjutan. Secara proporsi peran dalam rumah tangga, masalah ini dinilai sah-sah saja. Tapi, pernikahan yang sempurna adalah pembagian peran, pengertian, serta tanggung jawab yang seimbang agar tercipta keharmonisan. 

"Dengarkan keluhan saya walaupun kamu sebenarnya sudah tahu alasannya."
Itulah harapan istri pada suami yang juga sulir diungkapkan. Namun patut diketahui, seringkali para istri tidak meminta solusi atau penyelesaian langsung dari keluhan masalah yang ia dihadapi. Para istri hanya memerlukan sikap suami yang meluangkan waktu, pikiran, dan hatinya untuk mendengarkan sekaligus menenangkan mereka, walau cuma sejenak.


"Beri perhatian lebih pada pakaian dalam kamu, wahai suamiku,"
Terdengar sedikit nyeleneh, tapi faktanya para istri mungkin mengeluhkan aroma tak sedap yang tercium dari pakaian dalam suaminya. Atau, bentuk pakaian dalam yang sudah tak indah dipandang. Sebenarnya yang dipermasalahkan bukan soal baunya, tetapi kebiasaan untuk mengganti dan menjaga kebersihan pakaian dalam secara kontinu. 

"Tolong bantu membersihkan rumah karena saya butuh bantuan."
Tentu masih banyak suami yang mau melakukan tugas rumah tangga seperti mencuci piring, menyapu, dan menyeterika pakaian. Tapi, kebanyakan pria hanya mengerjakannya sebentar saja, bahkan tidak sampai selesai. Kebiasaan ini memicu rasa kesal yang dipendam para istri dan membuat mereka enggan bercinta karena merasa terlalu lelah sekaligus memendam kekesalan. Itulah harapan istri pada suami yang juga sulit diungkapkan.
"Izinkan saya punya 'me time' yang bisa melepas rasa stres dan bahagia."
Me time bagi siapapun jelas berdampak baik untuk kondisi psikologis, terutama bagi para istri di rumah tangga. Me time juga membantu para istri bertransisi dari perannya sebagai ibu rumah tangga menjadi manusia atau perempuan sesungguhnya, khususnya terkait ajakan bercinta. 
"Terus terkoneksi dengan saya sekalipun kamu sibuk."
Umumnya, bumbu mesra pernikahan dan ajakan bercinta akan tercipta sendirinya jika pasangan masih terkoneksi secara batin. Para istri tetap menginginkan dirinya menjadi fokus utama suami, selain tentunya anak. Terbiasa berkomunikasi dipastikan memberi gairah dan keintiman dalam rumah tangga. 

Sumber : Momtastic